mimpi buruk itu! jahanam!

Juli 22, 2006 at 1:51 pm (masa kecil)

gelagapan aku
gua besar rimbun bulu
penuh lendir asin
mencaplok kepalaku dari atas
dari kangkangan pangkal paha raksasa betina
di ujung lain raksasa betina satunya mengiris penisku dengan pisau daging

sesak napas aku
lalu terbangun
dalam kuyup peluh
air putih menenangkanku
hari sudah pukul tiga pagi
ingin aku mengusir mimpi busuk itu

Iklan

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

tentang ketiak & rumput wanita

Juli 18, 2006 at 10:19 pm (kekasih, masa kecil, pemandangan)

boleh saja kau menyebutku fetisis bulu. mungkin tak salah tapi tak sepenuhnya benar. nyatanya aku tak tertarik pada semua bulu ketiak dan jembut wanita. aku masih pandang balu. tak semua wanita menjadi bertambah sexy dengan bulu ketiak dan jembut lebat alami. ada yang jadi menjijikkan. belum lagi kalau bau badannya sangat tidak sedap.

Free Image Hosting at www.ImageShack.us Free Image Hosting at www.ImageShack.us
dari mana bermula ketertarikanku pada bulu ketiak dan jembut aku tak ingat pasti. tak berjejak jelas wanita siapa yang membentuk selera erotisku.

kadang aku mencoba ingatkan diri. apakah itu sebermula dari diri tante tari?

tapi setahuku masih ada wanita dewasa lain yang punya bulu ketiak dan mendidihkan gairah mentah pubertasku dulu. tante indri juga berketiak alami meskipun tidak terlalu lebat tapi merangsang. tentang tante indri akan kukisahkan nanti…

ah sebetulnya bukan cuma bulu ketiak. karena ketiak itu sendiri, yang mulus licin bersih, terkadang juga menjadi tatapan dan intipanku waktu aku bocah. wanita cantik langsing berkulit putih biasanya punya ketiak bersih yang merangsang dengan aroma alami yang ahh…. demikian pula halnya dengan jembut. aku juga menyukai keindahan berupa kemaluan wanita yang bersih bahkan tanpa jembut. meskipun aku juga suka yang ada jembutnya tapi aku ngeri bilamana melihat jembut wanita terlalu lebat dan liar, secantik apapun wanita itu. terbayang bau tak sedap dan bulu jembut dihuni kutu dan jamur. alangkah menjijikkan!

melihat ketiak nadine chandrawinata aku seperti terlempar ke masa kecil. tak sepenuhnya berisi rangsangan yang membuat ereksi, tapi ada rasa nikmat yang aneh, sulit kujelaskan.

Free Image Hosting at www.ImageShack.us

Permalink 11 Komentar

gelap mimpi gelegak pengap dalam gairah

Juli 11, 2006 at 6:16 pm (masa kecil)

tak kuundang
tiada kuinginkan
tapi kenapa mimpi itu datang lagi
putarkan adegan galau
ngeri jijik bercampur terangsang?

bocah laki puber telentang
wajah digesek kangkangan wanita dewasa
maju
mundur
geser kanan
geser kiri
berputar
naik
turun
mengambang
menekan
bergantian

lap pel basah seperti ditumpangkan ke wajah
semak belukar basahi wajah si bocah
bau asing hadirkan rasa asin dan asam
seperti ada letupan dari balik gerumbul
cairan mengguyur mulut dan hidung
si bocah gelagapan
tersengal kehabisan napas
tersedak oleh semburan asin asam
ditingkah oleh tindihan semak belukar basah

di ujung lain
wanita dewasa kedua membakar gairah
memeram batang bocah dalam tangkup mulut
lidah menari liar jalang
hisapan menghela kuat
kadang diseling gigitan kecil
jemari kocok daging menegak
ngilu
perih
menjijikkan
tapi nikmat
ada rasa yang tak dapat direm
timbul lonjakan yang tak dapat dihentikan
lalu sesuatu meledak:
batang si kecil luapkan muatan
dalam mulut betina matang jalang
mendadak betina yang gesekkan lap pel basah itu memutar badan, membungkuk capaikan wajah dan mulut ke batang si bocah, tunjukkan kelahapan seperti kesurupan, giginya tak pedulikan jeritan si bocah yang mulai lecet kepayahan

jamu!
jamu kita!
jamu perjaka kencur!
dua betina bertukar seruan
lipstik mereka berlepotan seperti darah

mengerikan
menjijikkan
tapi juga merangsang menggairahkan

pengalaman buruk
pengalaman manis
bercampur dalam adukan nafsu anak puber
terbawa hingga dewasa
dalam mimpi yang bangunkan malam:
tubuh berkeringat
celana basah oleh lengketan

semestinya semua orang tua
utamanya kaum ibu
selalu waspada:
anak lelakinya juga harus dilindungi dari serigala betina

mimpi buruk
mimpi indah
menjemput serempak dalam bantal yang sama
hingga si anak jadi dewasa

Permalink 1 Komentar

Next page »