merangkakkan tungkai dalam nikmat (untuk nie)

Juli 30, 2006 at 3:43 am (kekasih)

kita memang liar jalang panas
karena itulah kita sama-sama suka
di kamar #1018
kita menjadi mamalia senyatanya
kau seperti berjalan dengan keempat tungkai
membungkuk berjalan tumpu kaki dan tangan
aku di belakangmu ikuti arah tubuhmu
aku merapat terus ke tubuh belakangmu
agar milikku yang kau genggam tak lepas

dari tepi sofa kau rangkaki karpet
menuju cermin setinggi dinding
kau ingin melihat bagaimana kita berposisi
sensasi yang sama juga ingin kulihat

bayangan kita di cermin
kita lihat berdua
selayaknya tayangan dvd yang kita tonton bersama
panas buas liar menggairahkan

dalam bungkuk badanmu
rambut menyentuh karpet
putih tubuhmu dan indah konturmu terpampang
sensasi gila itu meningkat
manakala kau minta milikku berpindah saluran
melesak bertahap ke pintu kecil di atasnya
aku ingat kau juga ingat itulah untuk kelima kalinya kita bercinta dengan saluran di luar mulut dan pusat kewanitaanmu
melesak pol dalam-dalam
sensasi gila kudapatkan
panas terjepit tersedot
ototmu sebagai bekas instruktir senam tunjukkan daya
tak dapat kukekang
tak dapat aku tahan
sesuatu meledak dan memancar dalam liang buang itu
luar biasa nie!
luar biasa!

tanpa kenikmatan klitoral
tanpa kenikmatan vaginal g-spot
kau ikut nikmat
kau rasakan sensasi
merasa telah memberi yang terbaik untuk kekasih

tongkat kucabut
dari liang mengalirlah muatan jantanku
menetes basahi karpet
kau renggut tongkatku
kau kulum
kau sedot
sampai tandas
kejalanganmu memang hebat
juga indah

kita tak perlu tonton dvd
kita bisa lakukan
lebih nikmat lebih dahsyat lebih indah lebih memukau

Iklan

Permalink 1 Komentar

rembulan datang, rembulan berjejak

Juli 25, 2006 at 11:17 am (kekasih, pelacur)

menjelang datang bulan
nafsumu berlipat
kemanjaanmu memanjat tingkat
aku dengan girang memenuhi hasratmu

setelah datang bulan
tapi belum sepenuhnya bersih
gairahmu sudah naik lagi
tentu saja aku tak mau penuhi dahagamu

“masalahnya kamu itu bukan tamu” katamu
aku tertawa kecil
kau cemberut
bagaimana mungkin aku jadi tamu
justru kaulah tamu itu
sudah empat malam kau di tempatku

tamu adalah istilah untuk pemesan dan pelanggan
kata yang berawal dari rumah bordil
karena para pekerja menjadi penunggu rumah
dan setiap lelaki pengantar nafsu adalah tamu

“kenapa kalau aku bukan tamu?” tanyaku
lagi-lagi kau cemberut
kau kata kalau aku tamu maka kau tak ada nafsu
kalau aku tamu kau sekadar melayani
kalau aku tamu kau tak dapatkan orgasme
kalau aku tamu kau takkan mungkin menguras gairah diri

tapi masalahnya
tamu bulananmu belum beranjak, erni sayang
aku bisa tunggu dua hari sampai betul-betul bersih
tapi kau sudah tak sabar

bagaimanapun kau wanita
meskipun persetubuhan menjadi pekerjaan
ada saat ketika kau inginkan kemesraan
dambakan kebersamaan
menuntut hak atas kenikmatan
ingin dilayani selayaknya perempuan lain yang punya kekasih
ingin dimengerti
ingin rasakan dan tunjukkan bahwa tak selamanya persetubuhan adalah uang

tapi tunggulah sampai bersih
hidungku tajam
selalu bisa mencium bau amis saat berdekatan

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

women on top

Juli 24, 2006 at 5:03 pm (kekasih, pelacur, persinggahan hati)

aku termasuk penikmat posisi di bawah
ditiduri
ditindih
ditunggangi
dieksplorasi
dijadikan obyek
diperkosa secara pura-pura bukan betulan

aku bisa meledak hebat manakala wanita di atas
rasakan gerakannya
melihat ekspresi wajah dan tubuhnya
dari dekat lihat gelantung buah dadanya
rasakan napasnya yang memburu
tertetesi peluhnya yang membajir
leluasa raba, elus, cengekeram punggung dan pantatnya
jariku bisa bermain-main dengan anusnya untuk menguji apakah dia ada bakat mengapresiasi sensasi anal

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »