rembulan datang, rembulan berjejak

Juli 25, 2006 at 11:17 am (kekasih, pelacur)

menjelang datang bulan
nafsumu berlipat
kemanjaanmu memanjat tingkat
aku dengan girang memenuhi hasratmu

setelah datang bulan
tapi belum sepenuhnya bersih
gairahmu sudah naik lagi
tentu saja aku tak mau penuhi dahagamu

“masalahnya kamu itu bukan tamu” katamu
aku tertawa kecil
kau cemberut
bagaimana mungkin aku jadi tamu
justru kaulah tamu itu
sudah empat malam kau di tempatku

tamu adalah istilah untuk pemesan dan pelanggan
kata yang berawal dari rumah bordil
karena para pekerja menjadi penunggu rumah
dan setiap lelaki pengantar nafsu adalah tamu

“kenapa kalau aku bukan tamu?” tanyaku
lagi-lagi kau cemberut
kau kata kalau aku tamu maka kau tak ada nafsu
kalau aku tamu kau sekadar melayani
kalau aku tamu kau tak dapatkan orgasme
kalau aku tamu kau takkan mungkin menguras gairah diri

tapi masalahnya
tamu bulananmu belum beranjak, erni sayang
aku bisa tunggu dua hari sampai betul-betul bersih
tapi kau sudah tak sabar

bagaimanapun kau wanita
meskipun persetubuhan menjadi pekerjaan
ada saat ketika kau inginkan kemesraan
dambakan kebersamaan
menuntut hak atas kenikmatan
ingin dilayani selayaknya perempuan lain yang punya kekasih
ingin dimengerti
ingin rasakan dan tunjukkan bahwa tak selamanya persetubuhan adalah uang

tapi tunggulah sampai bersih
hidungku tajam
selalu bisa mencium bau amis saat berdekatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: