alir tanpa gemuruh (untuk nie)

Juli 21, 2006 at 5:02 am (kekasih)

di puncak nikmat
kita tetap saling genggam
saling bisikkan terima kasih
setelah itu senyap
hanya degup yang berangsur reda yang terdengar
seiring peluh yang merembesi seprei
sejalan mengerutnya batang terendam dalam liangmu

sebuah percintaan yang lembut
mengalir hening tanpa letupan
tanpa jeritan
tanpa banyak ungkap kata

di puncak nikmat
kita berciuman lembut
tak ingin saling basahi bibir

sisa nikmat lembut itu masih terus berjejak
ketika pagi menjelang siang kita berpisah
meninggalkan parkiran dengan mobil masing-masing
menuju arah yang berbeda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: