“kamu payah!”

Juli 21, 2006 at 1:47 pm (pelacur)

ada rasa tak nyaman bersama dia, tapi beruntunglah aku lupa namanya, hanya kuingat tubuhnya yang tidak terlalu terang, payudara besar dengan lingkar puting terlalu besar dan gelap, perut seperti balon kempis sehabis menggelembung

belum sampai pada penetrasi, hanya kocokan, jilatan, hisapan yang terburu-buru tak sabar sementara handphonenya terus menerima sms.

aku tidak bisa ereksi!

“ayoh, yang serius sayang!” katanya
ngentot butuh persiapan katanya
“kamu payah,” katanya

kubayar dia
pas
tanpa tip
kupakai lagi celana dan bajuku
siang panas itu aku tinggalkan rumah bordil dengan bar penuh asap rokok itu

“kok buru-buru boss?” tanya tukang parkir
hanya lima belas menit aku di tempat itu
tanpa ereksi dan muncratan mani

Iklan

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

wanita dan ketiak yang mendanau

Juli 21, 2006 at 10:07 am (kekasih, pelacur, persinggahan hati, teman)

aku tak suka melihat ketiak basah wanita!
utamanya saat mereka memakai baju biasa
tampak jelek rusak penampilan

ketiak berkilat oleh peluh hanya merangsang jika mereka pakai baju tak berlengan saat di gym dan fitness center, bukan di pesta atau kantor atau cafe atau mall

juga saat bercumbu, dengan atau tanpa pakaian tak berlengan
asalkan aroma alami ketiaknya  enak

Permalink 2 Komentar

alir tanpa gemuruh (untuk nie)

Juli 21, 2006 at 5:02 am (kekasih)

di puncak nikmat
kita tetap saling genggam
saling bisikkan terima kasih
setelah itu senyap
hanya degup yang berangsur reda yang terdengar
seiring peluh yang merembesi seprei
sejalan mengerutnya batang terendam dalam liangmu

sebuah percintaan yang lembut
mengalir hening tanpa letupan
tanpa jeritan
tanpa banyak ungkap kata

di puncak nikmat
kita berciuman lembut
tak ingin saling basahi bibir

sisa nikmat lembut itu masih terus berjejak
ketika pagi menjelang siang kita berpisah
meninggalkan parkiran dengan mobil masing-masing
menuju arah yang berbeda

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar