kontradiksi

Juli 19, 2006 at 4:27 pm (kekasih, pelacur, persinggahan hati)

dengan pelacur aku tak bicara yang kata orang jorok
mereka juga suka kalau aku tidak jorok

maka yang inilah yang kami pertukarkan dalam cakap: punyaku, punyamu, iniku, inimu, itumu, anuku, anumu, yang di situ (anus)

tapi dengan wanita baik-baik, atau pelacur yang sempat jad kekasih, aku suka menabrak tabu

maka inilah yang kami pertukarkan dalam cakap: kontol, memek, itil, jembut, ngentot, ngencuk, mani, sperma, pejuh, anus, dubur…

kata-kata akan semakin indah bila diteriakkan kala kami mendaki klimaksnya klimaks yaitu orgasme total

Iklan

Permalink 1 Komentar

keindahan erika sato

Juli 19, 2006 at 1:44 pm (pemandangan)

sekarang usianya 20
tapi aku tak percaya
pasti lebih dari 20

erika sato erika sato erika sato erika sato

cantik menawan
dengan pesona asiatik
tak ragu bagikan keindahan diri untuk mata dunia

tak bosan aku memandangnya
tanpa penis tegak menagih lantas menuntaskannya ke mangga besar
tapi lain halnya melihat dia di dvd:
aku bisa ereksi

indah erika
indah wanita asia

Permalink 10 Komentar

mey javanese

Juli 19, 2006 at 10:48 am (pelacur)

mey javanese
namanya lucu
tapi itu yang ada di kartu namanya
lengkap dengan nomor hp
padahal dia tionghwa

mey pelacur di sebuah kota
lima kali aku memesannya
selalu puas dan bahagia
bahkan ketika aku tak dapat ereksi penuh
cuma bisa sekali masuk itupun cuma sebentar sampai batangku akhirnya loyo
tapi dia sabar penuh pengertian
malam itu aku hanya kelon sampai pagi

mey sabar
karena terbiasa layani lelaki tua
kadang dia sudah dipesankan tiket
untuk terbang ke jakarta
menemani klien barang sepekan
tanpa persetubuhan sesering pelanggan muda

mey hanya diajak makan
menemani golf
jalan-jalan belanja
memijat
sebuah kemesraan ala kaum tua mapan
kepadaku mei berikan semuanya
hanya anal yang dia tak mau
minum sperma dia juga menolak
tapi pelayanannya
caranya bercinta
terlebih cara dia bawakan diri sebelum dan sesudah bercinta
itulah yang mengesankan

dia tahu kapan tampil agresif untuk bakar syahwatku
dan meledaklah aku dalam lupan berahi

dia sangat tahu tak perlu striptease kalau saat menunggu di kamar aku sudah ngaceng pol dan langsung menyergapnya selayaknya pemerkosa

kali lain dia tahu untuk tampil tanpa badai
hidupkan kemesraan secara bertahap
membuatkan minuman di dalam kamar hotel
memijitku sambil berusaha mengacengkan aku

seusai persetubuhan dia tak buru-buru bersihkan diri
kami bersanding di ranjang
bertukar kisah dan impian
untuk kemudian bercinta lagi

aku kangen
aku kehilangan jejak
kuharap dia tak kembali ke negeri jiran
tempat dia pernah menjadi stripper gelap

dia salah satu lonte yang berselera bagus
underwear dia punya sedap dipandang — dan merangsang
selalu sediakan thong cadangan
untukku dia selalu bawa lingerie dalam tas

secara bisnis aku untung
tarif lama dia waktu itu rp 500.000 untuk short time
tapi aku selalu mendapatkan waktu sampai pagi

(tak semua pelacur memuaskan)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »