tumpahan diskotek

Juli 17, 2006 at 1:56 am (pelacur)

ada saatnya rumah-rumah hiburan itu sepi
penjaja tubuh berhamburan ke jalan
obral diri mengais rezeki

kuangkut si tinggi langsing tetek rata
dia beberapa kali kulihat di stadium
dia mengaku amoy jakarta
tapi mana kutahu
mana kuyakin

dalam perjalanan menuju hotel dia terus bertelefonan
aku sebal, mulai berkurang selera

di dalam kamar dia langsung mengoralku
sambil sesekali merokok
aku tersinggung

ketika handuk dia singkap
tercium bau amis
aku menanya
iya barusan mens, katanya
tapi sekarang sudah bersih, katanya

aku jijik
kecewa
kuminta dia pulang

dari jendela kamar hotel murahan mangga dua
kulihat dia sudah ditunggu ojek langganan

dalam perjalanan pulang
ketika aku melintasi hayam wuruk
dia sudah mejeng lagi di sana
lambaikan tangan
harapkan mobil menepi

tapi saingan terlalu banyak
malam itu banyak sekali penjaja

selewat dunkin’ donuts
kudapatkan pengganti
amoy rp 400 ribu tak bikin rugi
sperma yang sedari tadi tertahan akhirnya masuk ke tenggorokan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: