erni dari pontianak

Juni 22, 2006 at 3:01 pm (kekasih, pelacur)

tak malu aku membawamu
menggandengmu selayaknya pacar
karena kita akhirnya  menjadi kekasih
memang aku ingin perkenalkan yang beda dari lingkunganmu
bukan house music dengan beat amat rapat
bukan celoteh khek campur hokkian

tapi sungguh
aku bukannya sok berbudaya
membawamu ke pameran lukisan
memintamu temani aku ke tim, ccf, goethe, erasmus
aku juga tiada niat sok urban gaya selatan
mengenalkanmu pada citos, dharmawangsa, pim dan setiabudi

aku hanya ingin kau cicipi jakarta dari rasa yang berbeda
selama ini kau hanya kenal barat dan utara

kukecup keningmu
lembut
mesra
hangat
saat kau berkaca ucapkan terima kasih
sambil berjujur diri bahwa kau asing dan kurang nyaman dengan semua itu

kau menangis
larut dalam haru
waktu kukata:
“aku tak peduli misalkan kita bertemu dengan lelaki yang pernah memesanmu”

termasuk di antaranya sudah terbukti:
aktivis lsm yang kau bilang ejakulasi dini sebelum masuk itu

saat itu kau bukan lonteku
kau adalah kekasihku

tak kulupakan mata berkaca-kacamu
saat kita menikmati dimsum di lantai gedung penengok ibukota
bukan dimsum di kawasan kota

“ini bukan tempat buat cewek seperti aku,” katamu

“ini tempat untuk semua orang,” kataku

“termasuk aku? kita?”

“ya termasuk kita, sayang”

lalu kita saling menggenggam

sungguh malam indah yang tetap indah meskipun tak ditutup dengan sanggama di paviliunku

aku terlelap sampai pagi
dalam benam wajah ke ketiakmu
malam itu kau hanya jadi guling berganjal pembalut wanita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: