murah meriah bergairah
ruang gelap tengah hari
dari luar hanya tampak pintu rayban hitam besar
di dalam penuh kepulan asap racun tembakau
musik kencang
bar penuh
dikitari pekerja dan beberapa lelaki
pada jam makan siang tamu masih sepi
tapi kalau kau datang pukul 10 malam tempat itu sudah tutup
aku masih kembali ke sini
bangunan ruko tiga lantai itu
atau empat lantai?
ah aku tak peduli
tak mau kutahu pemiliknya masih muda
cina medan yang berjaya di jakarta
dengan setoran besar untuk keamanan
maka tempat itu belum pernah digerebek
tapi anak-anak tetap was-was kalau ada gerebakan dengan kamera tv
anak-anak was-was oleh sweeping laskar penjaga moral
mami berblazer murahan datang
tawarkan pilihan
tarif standar rp 200.000 untuk non-tionghwa
rp 300.000 untuk amoy
atau yang dianggap amoy
atau yang merasa amoy
biaya kamar sekarang rp 75.000
termasuk dua gelas plastik aqua
siapkan tip rp 100.000
tambah rp 5.000 untuk kondom
20 menit acara selesai
tanpa kemesraan
ketika mani memancar di tubuhnya
dia segera ambil handuk mengelap
lalu ke shower basuh diri
sex kilat
di china town jakarta
dengan pekerja yang sembrono
masih banyak yang oke saja tanpa kondom
aku tak mau kena aids
juga penyakit lainnya yang menular lewat cairan
selalu begitu
tempat itu
aku masih saja kembali
meski tak selalu puas
Chiharu berkata,
Maret 27, 2008 pada 2:03 am
Aq ska skali dgan gaya bahasa yg kau pakai, ringan namun brmakna dalam, pnuh arti, namun.. Sungguh disayangkan kau pakai hnya untuk mnceritakan ttg pngalaman2 bdohmu it.. Aq smpat bingung,dn bertanya2, apa sbagian bsar waktumu hnya utk sex sja? Sangat disayangkan yah.. Yah paling tidak kau sdah maw brsedia berbagi pngalamanmu kpada mreka yg haus informasi ttg xxx.. Kagum jga..
topmarkotop_asikmarkisik berkata,
Februari 13, 2009 pada 10:36 am
dibaca sajalah blog ini, sebagai cermin hidup para lelaki, setidaknya sudah ada yg menuliskannya daripada tidak sama sekali.
aku jg suka sex, tp tak bisaa menulis sebaik ini..
jadi…dibaca sajalah & pikirkanlah