“kamu payah!”
ada rasa tak nyaman bersama dia, tapi beruntunglah aku lupa namanya, hanya kuingat tubuhnya yang tidak terlalu terang, payudara besar dengan lingkar puting terlalu besar dan gelap, perut seperti balon kempis sehabis menggelembung
belum sampai pada penetrasi, hanya kocokan, jilatan, hisapan yang terburu-buru tak sabar sementara handphonenya terus menerima sms.
aku tidak bisa ereksi!
“ayoh, yang serius sayang!” katanya
ngentot butuh persiapan katanya
“kamu payah,” katanya
kubayar dia
pas
tanpa tip
kupakai lagi celana dan bajuku
siang panas itu aku tinggalkan rumah bordil dengan bar penuh asap rokok itu
“kok buru-buru boss?” tanya tukang parkir
hanya lima belas menit aku di tempat itu
tanpa ereksi dan muncratan mani
wanita dan ketiak yang mendanau
aku tak suka melihat ketiak basah wanita!
utamanya saat mereka memakai baju biasa
tampak jelek rusak penampilan
ketiak berkilat oleh peluh hanya merangsang jika mereka pakai baju tak berlengan saat di gym dan fitness center, bukan di pesta atau kantor atau cafe atau mall
juga saat bercumbu, dengan atau tanpa pakaian tak berlengan
asalkan aroma alami ketiaknya enak
alir tanpa gemuruh (untuk nie)
di puncak nikmat
kita tetap saling genggam
saling bisikkan terima kasih
setelah itu senyap
hanya degup yang berangsur reda yang terdengar
seiring peluh yang merembesi seprei
sejalan mengerutnya batang terendam dalam liangmu
sebuah percintaan yang lembut
mengalir hening tanpa letupan
tanpa jeritan
tanpa banyak ungkap kata
di puncak nikmat
kita berciuman lembut
tak ingin saling basahi bibir
sisa nikmat lembut itu masih terus berjejak
ketika pagi menjelang siang kita berpisah
meninggalkan parkiran dengan mobil masing-masing
menuju arah yang berbeda