kontradiksi
dengan pelacur aku tak bicara yang kata orang jorok
mereka juga suka kalau aku tidak jorok
maka yang inilah yang kami pertukarkan dalam cakap: punyaku, punyamu, iniku, inimu, itumu, anuku, anumu, yang di situ (anus)
tapi dengan wanita baik-baik, atau pelacur yang sempat jad kekasih, aku suka menabrak tabu
maka inilah yang kami pertukarkan dalam cakap: kontol, memek, itil, jembut, ngentot, ngencuk, mani, sperma, pejuh, anus, dubur…
kata-kata akan semakin indah bila diteriakkan kala kami mendaki klimaksnya klimaks yaitu orgasme total
keindahan erika sato
sekarang usianya 20
tapi aku tak percaya
pasti lebih dari 20
![]()
cantik menawan
dengan pesona asiatik
tak ragu bagikan keindahan diri untuk mata dunia
tak bosan aku memandangnya
tanpa penis tegak menagih lantas menuntaskannya ke mangga besar
tapi lain halnya melihat dia di dvd:
aku bisa ereksi
indah erika
indah wanita asia
mey javanese
mey javanese
namanya lucu
tapi itu yang ada di kartu namanya
lengkap dengan nomor hp
padahal dia tionghwa
mey pelacur di sebuah kota
lima kali aku memesannya
selalu puas dan bahagia
bahkan ketika aku tak dapat ereksi penuh
cuma bisa sekali masuk itupun cuma sebentar sampai batangku akhirnya loyo
tapi dia sabar penuh pengertian
malam itu aku hanya kelon sampai pagi
mey sabar
karena terbiasa layani lelaki tua
kadang dia sudah dipesankan tiket
untuk terbang ke jakarta
menemani klien barang sepekan
tanpa persetubuhan sesering pelanggan muda
mey hanya diajak makan
menemani golf
jalan-jalan belanja
memijat
sebuah kemesraan ala kaum tua mapan
kepadaku mei berikan semuanya
hanya anal yang dia tak mau
minum sperma dia juga menolak
tapi pelayanannya
caranya bercinta
terlebih cara dia bawakan diri sebelum dan sesudah bercinta
itulah yang mengesankan
dia tahu kapan tampil agresif untuk bakar syahwatku
dan meledaklah aku dalam lupan berahi
dia sangat tahu tak perlu striptease kalau saat menunggu di kamar aku sudah ngaceng pol dan langsung menyergapnya selayaknya pemerkosa
kali lain dia tahu untuk tampil tanpa badai
hidupkan kemesraan secara bertahap
membuatkan minuman di dalam kamar hotel
memijitku sambil berusaha mengacengkan aku
seusai persetubuhan dia tak buru-buru bersihkan diri
kami bersanding di ranjang
bertukar kisah dan impian
untuk kemudian bercinta lagi
aku kangen
aku kehilangan jejak
kuharap dia tak kembali ke negeri jiran
tempat dia pernah menjadi stripper gelap
dia salah satu lonte yang berselera bagus
underwear dia punya sedap dipandang — dan merangsang
selalu sediakan thong cadangan
untukku dia selalu bawa lingerie dalam tas
secara bisnis aku untung
tarif lama dia waktu itu rp 500.000 untuk short time
tapi aku selalu mendapatkan waktu sampai pagi
(tak semua pelacur memuaskan)