gemas sumire gemas!

jangan salahkan daku
jika gemas merayapi diriku
tak sepenuhnya terangsang sampai ereksi
hanya rasa nikmat oleh tampakan keindahan
dia sumire aida
pernah kulihat dvd-nya
muda segar bergairah
tumpahan diskotek
ada saatnya rumah-rumah hiburan itu sepi
penjaja tubuh berhamburan ke jalan
obral diri mengais rezeki
kuangkut si tinggi langsing tetek rata
dia beberapa kali kulihat di stadium
dia mengaku amoy jakarta
tapi mana kutahu
mana kuyakin
dalam perjalanan menuju hotel dia terus bertelefonan
aku sebal, mulai berkurang selera
di dalam kamar dia langsung mengoralku
sambil sesekali merokok
aku tersinggung
ketika handuk dia singkap
tercium bau amis
aku menanya
iya barusan mens, katanya
tapi sekarang sudah bersih, katanya
aku jijik
kecewa
kuminta dia pulang
dari jendela kamar hotel murahan mangga dua
kulihat dia sudah ditunggu ojek langganan
dalam perjalanan pulang
ketika aku melintasi hayam wuruk
dia sudah mejeng lagi di sana
lambaikan tangan
harapkan mobil menepi
tapi saingan terlalu banyak
malam itu banyak sekali penjaja
selewat dunkin’ donuts
kudapatkan pengganti
amoy rp 400 ribu tak bikin rugi
sperma yang sedari tadi tertahan akhirnya masuk ke tenggorokan
lin dari bangka
montok sintal susu kenyal padat
wajah bundar cantik dengan satu dua jerawat
saat duduk di sofa tunggu kamar sela aku mainkan susunya, tanganku masuk ke tanktop, lepaskan beha
di sebelah akuarium itu kami berciuman
aku suka bau napasnya
aku suka putingnya yang mengeras
tapi di kamar nafsuku tak sekencang di luar
gara-gara gesekan telapak kaki gadis itu buktikan kulit pecah kapalan
akhirnya ketegangan batangka mengendor
aku tak suka wanita berkaki kasar pecah-pecah
di mangga besar
amoy bukan jaminan kaki mulus