matang menantang

matang mantap percaya diri. rambat usia bukan halangan banggakan diri. hanya wanita seimbang yang capai tingkatan itu. sadar tubuh tak perlu sempurna skor 10 tapi yakin masih getarkan semua pria dari puber yang barusan disunat sampai paruh baya yang sulit tegakkan tiang bendera. sapalah dia dengan pandangan matamu pada monitor.
erni dari pontianak
tak malu aku membawamu
menggandengmu selayaknya pacar
karena kita akhirnya menjadi kekasih
memang aku ingin perkenalkan yang beda dari lingkunganmu
bukan house music dengan beat amat rapat
bukan celoteh khek campur hokkian
tapi sungguh
aku bukannya sok berbudaya
membawamu ke pameran lukisan
memintamu temani aku ke tim, ccf, goethe, erasmus
aku juga tiada niat sok urban gaya selatan
mengenalkanmu pada citos, dharmawangsa, pim dan setiabudi
aku hanya ingin kau cicipi jakarta dari rasa yang berbeda
selama ini kau hanya kenal barat dan utara
kukecup keningmu
lembut
mesra
hangat
saat kau berkaca ucapkan terima kasih
sambil berjujur diri bahwa kau asing dan kurang nyaman dengan semua itu
kau menangis
larut dalam haru
waktu kukata:
“aku tak peduli misalkan kita bertemu dengan lelaki yang pernah memesanmu”
termasuk di antaranya sudah terbukti:
aktivis lsm yang kau bilang ejakulasi dini sebelum masuk itu
saat itu kau bukan lonteku
kau adalah kekasihku
tak kulupakan mata berkaca-kacamu
saat kita menikmati dimsum di lantai gedung penengok ibukota
bukan dimsum di kawasan kota
“ini bukan tempat buat cewek seperti aku,” katamu
“ini tempat untuk semua orang,” kataku
“termasuk aku? kita?”
“ya termasuk kita, sayang”
lalu kita saling menggenggam
sungguh malam indah yang tetap indah meskipun tak ditutup dengan sanggama di paviliunku
aku terlelap sampai pagi
dalam benam wajah ke ketiakmu
malam itu kau hanya jadi guling berganjal pembalut wanita
kilau suki chan
![]()
muda
segar
cantik
bersih
sangat bersih
begitu bersihnya sampai jembut dibabat habis
tinggallah pusat pesona kewanitaan licin berkilat
apakah yang akan kau katakan tentang keindahan seorang suki chan?